Senin, 16 Mei 2016

Perbedaan Objek dan Subjek Dalam Fotografi

Hal ini sepele dan lantaran sepelenya kerap diabaikan. Memang ini bukan soal teknik tapi dengan mengerti apa yang dimaksud dengan objek dan subjek pada fotografi Anda bisa paham setiap pembahasan fotografi yang menggunakan kedua kata tersebut, baik itu dikomunitas Anda, obrolan sama teman ataupun artikel di blog ini.



Objek dalam sebuah gambar merupakan skala besar. Misalkan Anda memotret sebuah desa yang kemudian di dalamnya terdapat gunung-gunung, sawah, rumah sawah, dan petani. Maka objek foto Anda bisa dikatakan objek "pedesaan". Sedangkan subjeknya adalah skala kecil yaituapa yang terdapat di dalam objek seperti gunung, sawah, dll. Jadi, objek bisa juga seperti objek pantai, wisata, hutan, pegunungan, dll.

Sebenarnya mudah dan tidak sulit asal Anda "mau tahu". Selain objek dan subjek, ada 1 lagi yang perlu Anda ketahui yaitu subjek utama ialah subjek yang paling menonjol di antara subjek lainnya.

Lalu bagaimana cara menilai mana subjek yang paling menonjol?



Para ahli fotografi sepakat bahwa subjek utama adalah subjekyang paling "menarik perhatian" orang yang ketika pertama kali melihat foto Anda. Maka itulah subjek yang paling menonjol yang dikenal dengan istilah Poin of Interest (POI). 

Pada gambar di atas objeknya yaitu sawah dan subjeknya yaitu manusia dan rumah sawah. Sedangkan subjek utama atau POI pada foto tersebut adalah manusia yaitu 3 orang perempuan yang berjalan di sawah.

Sekarang Anda sudah tau mana yang dimaksud dengan objek dan subjek. Sehingga ini memudahkan juga Anda untuk mengerti penjelasan dalam semua artikel panduan dan tutorial di blog ini yang menggunakan kedua kata tersebut.

Foto Kombo, Seni Fotografi Terbaru Oleh McMennamy

Pertama melihatnya dengan sekilas foto-foto ini seolah terlihat nyata. Padahal ini adalah kombinasi dari dua foto dengan poses editing yang sederhana menggunakan photoshop.
Foto kombo (combo photo) merupakan seni baru dalam fotografi yang diperkenalkan oleh Stephen McMennamy’s. Untuk masing-masing foto, McMennamy sangat hati-hati saat memilih dan menggabungkan kedua foto kreatif kedalam 1 frame dan menjadi sebuah foto yang imajinatif.

Editingnya sangat mudah tapi ide untuk membuat foto kombo tidak semudah yang Anda kira.


McMennamy mengatakan ia hanya mencari latar belakang sederhana yang memungkinkan mata orang-orang yang akan fokus melihat pada kombinasi foto yang diciptakannya. Beberapa pemotretan dilakukan di garasi, sementara foto yang lain berada di sisi jalan dan tempat lain yang memungkinkan untuk mendapatkan beberapa foto kreatif.


Sebelumnya banyak foto di awal proyek foto kombo ini diambil menggunakan iPhone, tapi McMennamy baru saja membeli kamera baru untuk meningkatkan kualitas gambar. Dia juga kadang-kadang menggunakan sebuah drone untuk menangkap foto udara (aerial phototography).

Beberapa contoh Combo Photography ;









Tips Cara Menyimpan Dan Merawat Kamera DLSR

Mungkin karena terbiasa dengan kamera ponsel, kamera pocket atau sekelasnya sehingga banyak yang lalai dalam perawatan kamera DLSR. Anda boleh saja menyimpan kamera ponsel Anda pada sembarang tempat dan Anda membuktikannya bahwa itu tidak beresiko pada kerusakan kamera. Tapi tidak dengan kamera DLSR yang memiliki perlakuan khusus.

Kamera DSLR memiliki mesin dan banyak kompartmen sensitif di dalamnya sehingga membutuhkan perhatian khusus dalam hal perawatan termasuk cara yang benar menyimpannya.

Demi menjaga kinerja kamera agar tetap stabil dan terbebas dari resiko jamur maka sangat dianjurkan untuk Anda memberlakukan perawatan yang benar. Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Anda terapkan untuk merawat kamera kesayangan Anda:


1. Cara Yang Benar Menyimpan Kamera

Yang pertama harus Anda perhatikan adalah besarnya suhu di daerah Anda. Jangan heran jika anjuran perawatan kamera di Indonesia berbeda dengan di negara lain. Hal ini dikarenakan Indonesia merupakan negara tropis sehingga sensor kamera dan lensa lebih rentan terserang jamur.

Adapun suhu idel yang direkomendsikan agar kamera Anda terbebas dari jamur adalah 40-60 derajad celcius. Untuk mendapatkan suhu tersebut maka gunakan kotak kedap udara atau kotak yang tertutup rapat lalu beri silica gel di dalamnya.

Jika ingin lebih aman lagi maka gunakan Dry Cabinet lalu atur suhu kelembapannya sesuai anjuran yang tertera pada buku petunjuk kamera Anda.

Sebaliknya yang harus Anda hindari yaitu:


Jangan menyimpan kamera di dalam tas kamera dalam kurun waktu yang lama. 
Jangan menyimpan kamera pada tempat yang terkena sinar matahari langsung karena ini bisa menyebabkan terjadinya kekeringan pada mesin kamera.
Jangan menyimpan kamera pada tempat terbuka yang penuh debu.

2. Perhatikan Kebersihan Kamera

Ketika Anda pulang dari memotret di area terbuka yang rentan debu, sebaiknya jangan langsung masukkan kamera ke tempatnya. Bersihkan dahulu kamera Anda menggunakan perlatan khusus pembersih kamera. Alat ini umumnya dijual di toko kamera atau toko elektronik.

Alangkah baiknya lagi jangan tunggu kamera Anda keluar dari tempatnya baru Anda mau membersihkan, coba lakukan pembersihan rutin setidaknya sekali seminggu, apalagi jika kamera Anda disimpan pada tempat yang kurang aman.

3. Cara Membersihkan Body Kamera

Untuk bagian luar body kamera yang perlu Anda perhatikan kebersihannya adalah viewfinder, area lampu flash, tombol navigasi, layar LCD dan body kamera itu sendiri. Sedangkan untuk membersihkan viewfinder Anda bisa menggunakan Cotton Bud yang diberi cairan khusus pembersih kamera. Lakukan hal yang sama pada area lainnya di bagian luar body kamera.

Sedangkan pada tombol navigasi kamera Anda bisa menggunakan kuas tipis untuk membersihkan debu yang ada di sela-sela tombol navigasi.

4. Cara Membersihkan Lensa Kamera 

Lensa kamera merupakan salah satu bagian sensitif yang sangat perlu diperhatikan kebersihannya. Karena lensa merupakan bagian kamera yang paling sering dikeluhkan terserang jamur.

Jadi ssebaiknya selalu Anda siapkan alat-alat pembersih khusus berupa Cleaning kit seperti blower, kain bersih khusus lensa dan kuas halus kecil. Ingat, sebaiknya pisahkan kain khusus pembersih permukaan lensa dengan kain pembersih body lensa atau body kamera.


3 Cara Membersihkan Sensor Kamera

Ini bagian yang paling sensitif dari kamera sehingga membutuhkan pembersihan rutin dan ekstra hati-hati. Adapun cara membersihkan sensor kamera yaitu ;


  • Pastikan mirror lock up kamera sedang aktif agar mirror terbuka dan mudah dibersihkan, umumnya cara mengaktifkan Mirror lock up dapat dilakukan dari pengaturan main menu.
  • Saat mirror lock up sedang aktif, lepaskan lensa dan tekan shutter release hingga mirror terangkat dan terlihatlah sensor kamera Anda.
  • Hadapkan kamera Anda kebawah dan semprot bagian dalam kamera menggunakan blower, agar debu langsung jatuh kebawah bukannya masuk kembali ke tempat yang lebih sulit dijangkau. Bila telah selesai langsung matikan kamera. 




5. Jangan Diamkan Kamera Anda, Sesekali Lakukan Pemotretan

Dikarenakan ingin irit shutter count sehingga ada beberapa orang yang lebih memilih untuk menyimpan kameranya dalam kurun waktu yang lama ketimbang menggunakannya untuk hal yang dianggapnya tidak penting. Padahal lensa yang jarang terpakai dan tersimpan dalam tempat yang lembab akan lebih rentan terserang jamur.

Selain itu perlu Anda ingat kembali bahwa kamera juga memiliki mesin, bagaimana menurut pengalaman Anda saat menghidupkan sebuah motor yang tidak pernah digunakan selama sebulan lebih?

Jadi sebaiknya minimal seminggu sekali Anda menghidupkan kamera lalu potret lah apa saja di sekitar Anda. Hal ini dilakuakn agar mesin kamera tidak kaku / macet. Kemudian tekanlah semua tombol navigasi kamera termasuk juga memutar tombol-tombol dial dengan maksud yang sama agar semua tombol-tombol tersebut tidak kaku saat digunakan nanti.

Membuat Efek Kabur Menggunakan Filter Lensa Dari Kantong Plastik


Fotografer Jesse David McGrady memiliki trik super sederhana untuk menambahkan efek kabur yang halus untuk foto-foto Anda. Tidak memerlukan modal yang banyak, Anda hanya membutuhkan beberapa bungkus kantong plastik roti yang harganya jauh sangat murah dari harga filter lensa asli.
Mungkin Anda merasa ini konyol dan benar-benar konyol, tetapi apa yang dihasilkan dari ide ini sebenarnya cukup bagus dan tidak ada salahnya untuk dicoba.

Pertama, siapkan beberapa kantong plastik roti atau sejenisnya yang bening. Kantong seperti itu banyak dijual di toko bahkan di warung juga ada.


Di sisi kantong yang tertutup, gunakan tangan Anda untuk membuat lubang dengan cara kantong dirobek. Jangan gunakan gunting, karena untuk membentuk efek yang alami maka biarkan tepi lubang menjadi kasar, tidak rata dan sedikit acak.

Selanjutnya bungkus lensa kamera menggunakan kantong plastik yang telah disobek. Biarkan beberapa tepi kantong yang sobek menutupi tepian lensa tapi jangan menutup bagian tengah lensa. Jadi, tepi kantong sobek yang sedikit menutup tepian lensa itulah yang akan menimbulkan efek kabur.


Sekarang silahkan Anda mengambil beberapa gambar sebagai percobaan. Untuk melihat efek kabur yang dihasilkan, berikut beberapa foto yang diambil oleh Jesse David McGrady menggunakan trik ini:




Dan di bawah ini beberapa contoh foto lainnya menggunakan teknik yang sama di atas, hanya saja warna kantong yang digunakan bukan bening melainkan warna ungu.


Image Credit: Foto sampel oleh Jesse David McGrady dan foto tutorial oleh Michael Zhang

Tips Memilih Warna Dalam Fotografi

Menggunakan kombinasi warna dalam foto-foto Anda adalah cara yang baik untuk membuat foto terlihat menonjol. Jangan remehkan kekuatan warna, karena cara ini bisa membuat mereka yang melihat foto Anda melahirkan presepsi tentang karya Anda. Ini ide yang baik untuk berpikir tentang apa yang ingin Anda sampaikan dengan warna yang Anda gunakan. Seperti warna-warna tertentu yang selalu mempengaruhi kita dengan cara-cara tertentu.

Sebagai contoh, kita semua tahu bahwa merah adalah warna yang sangat kuat tapi tergantung pada konteks apa warna merah itu dapat menyampaikan pesan yang berbeda. Jika Anda menggunakan banyak pencahayaan merah saat memotret dalam ruangan, maka itu akan menyampaikan kesan tentang "cinta dan nafsu".  Tapi jika pencahayaan merah digunakan semisal memotret seorang petinju maka ia akan melahirkan kesan kekuatan dan kemarahan.

Sebagai aturan, merah cenderung membangkitkan lebih banyak energi dan gairah sedangkan warna dingin seperti biru membangkitkan perasaan lebih tenang dan lebih terpusat. Oleh sebab itu biru sering digunakan pada gambar atribut perusahaan.


Biasanya karena terlalu percaya diri menggunakan kombinasi beberapa warna, banyak fotografer yang mencoba menggabungkan beberapa warna. Ada yang sekedar bereksperimen dan ada yang asal menggunakannya dan mengira hasilnya sudah serasi.

Sebaiknya Anda harus berhati-hati tentang pesan yang ingin Anda sampaikan menggunakan warna. Ada beberapa kombinasi warna yang Anda butuhkan namun ada juga yang harus diwaspadai. Oleh sebab itu gunakan kombinasi warna dengan ekstra hati-hati.



  • Kombinasi Warna

Ketika warna seperti merah dan hijau dikombinasikan Anda harus sangat berhati-hati agar gambar tidak terlihat seperti kartu Natal. Bersama dua warna ini sekarang telah menjadi identik dengan tema musim dan sebagai hasilnya kombinasi warna tersebut sangat sulit untuk menceritakan kisah yang berbeda.

Sedangkan pasangan warna merah dan biru sering digunakan dalam film untuk menandakan keadaan darurat karena mereka mewakili warna sirene. Oleh sebab itu Anda juga perlu berhati-hati ketika menggunakan kombinasi warna ini.


  • Teori Warna

Dari pembahasan di atas maka kita sudah melihat beberapa kombinasi warna yang Anda harus teliti bila menggunakannya, selanjutnya mari kita lihat beberapa kombinasi warna yang baik dan menarik untuk diterapkan. Perhatikan roda warna di bawah ini untuk kombinasi warna komplementer.

Sebagai panduan standar, saya akan selalu mengatakan bahwa warna komplementer akan bekerja sama dengan baik. Warna komplementer adalah warna yang berlawanan satu sama lain pada roda warna. Salah satu pasangan warna yang tidak pernah gagal untuk mengesankan adalah kombinasi warna orange dan biru, kombinasi warna ini selalu menyenangkan untuk mata. Anda bisa melihat contoh foto di bawah ini:



Bila merah dan hijau berkesan melambangkan natal, maka oranye dan biru melambangkan kehangatan matahari terbenam atau pantai, dan kemurnian langit atau laut. Kombinasi warna ini dapat ditemukan di sekitar kita bahkan Anda akan menjumpainya pada logo dan desain untuk film dan lukisan.



Selain kombinasi warna orange dan biru, saya juga telah mengkombinasikan warna kuning dan biru seperti foto saya di atas. Hasilnya berkesan sejuk sekaligus hangat dan tetap enak dipandang.

Semoga tips ini bermanfaat, selamat berkarya.

Mengenal Macam-Macam Distorsi Lensa

Dalam fotografi ada dua jenis distorsi yaitu distorsi optik dan perspektif. Kedua distorsi ini menghasilkan semacam deformasi gambar, ada yang ringan dan ada juga beberapa yang sangat terasa.

Distorsi optik tidak lain disebabkan oleh desain optik lensa, oleh karena itu sering disebut "distorsi lensa". Sedangkan distorsi perspektif disebabkan oleh posisi kamera yang relatif terhadap subjek atau dengan posisi subjek dalam bingkai (frame) gambar.

Pengetahuan ini juga penting untuk diketahui agar Anda dapat membedakan beberapa jenis distorsi dan mengidentifikasinya. Dengan artikel ini saya akan coba menjelaskan setiap jenis distorsi secara rinci, dengan ilustrasi dan contohnya.

1. Distorsi Optical

Dalam fotografi, distorsi umumnya disebut sebagai penyimpangan optik hingga terjadinya deformasi dan membungkukkan garis lurus secara fisik dan membuatnya tampil melengkung (ke dalam atau ke luar) pada gambar, dan distorsi seperti ini juga sering disebut sebagai "curvilinear (lengkung)". Distorsi optik terjadi akibat dari desain optik itu sendiri, di mana ketika elemen lensa khusus digunakan untuk mengurangi bulatan dan penyimpangan lainnya. Singkatnya, distorsi optik adalah kesalahan lensa.

Ada tiga jenis distorsi optik yang dikenal secara umum yaitu barrel, pincushion, mustache. Mari kita lihat masing-masing distorsi secara detail, dimulai dari lensa dengan nol distorsi:


Sangat jarang ada lensa yang tidak memiliki distorsi, karena sebagian besar lensa mengalami setidaknya satu jenis distorsi. Lensa yang sangat baik memiliki elemen lensa yang secara signifikan mengurangi distorsi, dan itu tidak terlihat oleh mata kita. Banyak lensa zoom terutama superzooms seperti Nikon 18-200mm VR memiliki dari beberapa jenis distorsi seperti barrel dan pincushion pada panjang rentang focal yang berbeda.

1.1. Distorsi Barrel

Ketika garis lurus melengkung ke luar dan di bentuk per barel, maka jenis penyimpangan yang mirip "cembung" inilah yang disebut "distorsi barrel". Distorsi ini sering terlihat pada lensasudut lebar (wide-angle), dan distorsi barrel ini terjadi karena bidang pandang lensa yang jauh lebih luas dari ukuran sensor gambar, oleh karena itu perlu diperas untuk menyesuaikannya. Akibatnya, maka terjadilah garis lurus yang tampak melengkung ke luar, terutama pada bagian dekat tepi frame. Berikut adalah contoh dari distorsi barrel yang kuat:


Perhatikan, pada gambar di atas garis yang lurus berada di tengah frame dan hanya mulai membungkuk jauh dari pusat frame, kemudian terjadi perbesaran menurun menuju sudut.

Distorsi barrel biasanya dijumpai pada kebanyakan lensa sudut lebar (wide-angle), baik itu lensa fix (prime) maupun lensa zoom yang memiliki focal length relatif pendek. Tingginya distorsi dapat bervariasi, tergantung pada jarak kamera ke subjek. Bahkan lensa prime standar 50mm berpotensi dapat menghasilkan distorsi barrel pada jarak subjek yang dekat. Distorsi barrel dapat menurun secara signifikan dengan menggunakan kompensasi oleh elemen optik, tapi untuk benar-benar menghilangkan distorsi tersebut adalah hampir mustahil. Beberapa lensa seperti Nikon 14-24mm f/2.8G memiliki sejumlah elemen kompensasi distorsi, sehingga ini manambah berat lensa maupun ukuran lensa. Inilah sebabnya mengapa lensa wide-angle biasanya lebih besar dan lebih berat dari lensa standar / lensa normal.

1.2. Distorsi Pincushion

Distorsi pincushion adalah kebalikan dari distorsi barrel yaitu garis lurus melengkung ke arah dalam dan terlihat seperti "cekung". Jenis distorsi ini biasanya terlihat pada lensa tele, dan hal itu terjadi karena pembesaran gambar meningkatkan bagian menuju tepi bingkai dari sumbu optik. Pada distorsi ini, bidang pandang lebih kecil dari ukuran sensor gambar dan dengan demikian perlu "ditarik" untuk menyesuaikannya. Akibatnya, garis lurus tampak ditarik ke dalam seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini:


Distorsi pincushion ini juga merupakan penyimpangan yang sangat umum, terutama pada lensa zoom tele. Untuk lensa tele super mahal telah dipasangi elemen kompensasi yang dapat secara signifikan mengurangi distorsi pincushion ini, tetapi kebanyakan konsumen dan bahkan lensa zoom tele kelas pro seperti Nikon 80-400mm VR juga masih menderita distorsi pincushion. Bahkan, distorsi pincushion bisa sangat berat pada lensa kelas bawah.

Perlu Anda ketahui bahwa sebagian besar lensa zoom sapujagad (gabungan wide dan tele) biasanya memiliki distorsi barrel pada focal length terpendek, kemudian secara bertahap melakukan transisi ke distorsi pincushion menjelang focal length terpanjang. Sebuah contoh untuk kasus sperti itu bisa ditemui pada lensa sapujagad Nikon 18-300mm VR, yang dimulai dengan distorsi barrel yang kuat di 18mm, lalu mulai beralih ke distorsi pincushion pada 28mm dan tetap seperti itu sampai 300mm.

Sama seperti distorsi barrel, distorsi pincushion juga dapat dengan mudah diperbaiki menggunakan software post-processing seperti Lightroom dan Photoshop. Informasi lensa akan terbaca di Lightroom dan Camera RAW memiliki kemampuan untuk benar-benar menghilangkan distorsi ini dengan baik.


1.3. Distorsi Mustache

Paling buruk di antara jenis distorsi adalah distorsi mustache, yang kadang-kadang saya sebut distorsi "bergelombang". Pada dasarnya distorsi ini merupakan kombinasi dari distorsi barrel dan distorsi pincushion. Jika pada kedua distorsi sebelumnya garis tengah frame dalam kondisi lurus atau normal, sedangkan pada distorsi mustache ini garis tengah justru yang mengalami penyimpangan seperti yang ditunjukkan oleh gambar di bawah ini:


Ini adalah alasan mengapa distorsi mustache sering disebut sebagai distorsi "kompleks", karena karakteristiknya memang kompleks dan bisa sangat sulit untuk ditangani. Sementara jenis distorsi yang berpotensi tetap, sering membutuhkan software khusus. Anda tidak bisa hanya menggandalkan bantuan Lightroom dan Photoshop pada distorsi ini, kecuali profil lensa dengan distorsi tersebut sudah dibangun untuk memerangi distorsi tersebut. Jika Anda mencoba menangani distorsi ini seperti menangani jenis barrel atau pincushion , hasilnya akan malah membuat sudut-sudut melengkung lebih ekstrim bahkan distorsinya akan lebih kuat menuju bagian pusat frame, atau singkatnya distorsi jadi "lebih parah".

Sejumlah lensa tua, serta beberapa lensa modern memiliki distorsi mustache. Sebagai contohnya bisa Anda temui pada lensa Nikon 18-35mm f/3.5-4.5D, yang menunjukkan kasus lebih buruk untuk distorsi mustache.

Lensa Rectilinear (Bujur Sangkar) dan Lensa Curvilinear (Lengkung)

Ada beberapa lensa dengan optik yang dirancang untuk menjadi "rectilinear (bujur sangkar)", seperti Nikon 14mm f/2.8D dan Canon EF 14mm f/2.8L II USM, di mana lensa ini menghasilkan garis lurus tanpa menekuk (objek terlihat sesuai penglihatan manusia). Tapi ada pula lensa lain seperti "fisheye" yang dirancang untuk menjadi "curvilinear (lengkung)".

Lensa bujursangkar umumnya meregangkan objek dan membuatnya terlihat sama seperti yang dilihat oleh mata, khususnya terhadap pada tepi frame. Sedangkan lensa lengkung justru tidak meregangkan apa-apa, tetapi malah sangat mendistorsi gambar dengan membuat garis lurus menjadi melengkung. Lihatlah contoh gambar berikut ini yang menunjukkan perbedaan antara lensa rectilinear (bujur sangkar) dan lensa curvilinear (lengkung):


Seperti yang Anda lihat, subjek pagar pada gambar sebelah kiri tampak melengkung karena itu difoto menggunakan lensa fisheye. Sementara gambar di sebelah kanan difoto menggunakan lensa bujursangkar dan hasilnya pagar terlihat lurus dan alami, seperti yang terlihat oleh mata manusia.

Perhatikan lagi gambar di atas sebelah kanan, ukuran pagar terlihat besar di depan frame dan semakin kecil meruncing pada jarak yang semakin jauh, inilah yang disebut sebagai distorsi perspektif. Dan ini tidak ada hubungannya dengan distorsi optik.



2. Distorsi Perspektif

Seperti yang saya katakan di atas, jenis distorsi lain yang sering terlihat dalam gambar adalah distorsi perspektif. Ini berbeda dengan distorsi optik dan tidak ada hubungannya dengan optik lensa, dan dengan demikian distorsi perspektif bukan pula kesalahan lensa. Ketika kita memproyeksikan ruang tiga dimensi menjadi gambar dua dimensi, maka subjek yang jaraknya terlalu dekat dengan kamera akan tampak membesar (terdistorsi oleh jarak), bila dibandingkan dengan subjek yang jauh dari kamera. Ini adalah kejadian yang dianggap normal dan sesuatu yang bisa Anda buktikan menggunakan mata sendiri.

Sebagai contoh, cobalah Anda memotret anak kecil dekat bagian kepala, maka hasilnya kepala akan terlihat membesar sedangkan bagian tubuh sampai kaki terlihat mengecil seperti meruncing. Perhatikan gambar di bawah ini:


Foto di atas saya ambil menggunakan lensa dengan focal length 18mm, perhatikan distorsinya.

Kasus ini tampaknya membingungkan banyak fotografer tentang hubungan antara focal length dengan distorsi perspektif. Anda mungkin pernah mendengar beberapa fotografer mengatakan bahwa untuk memotret subjek manusia harus menggunakan focal length yang cukup panjang atau tidak hasilnya akan terdistorsi akibat focal length yang sangat pendek. Sedangkan pendapat lainnya mengatakan bahwa pernyataan ini sebagian besar adalah palsu. Selain lensa fisheye, semua lensa memiliki perspektif yang sama dan yang menjadi penyebab distorsi perspektif adalah jarak kamera ke subjek yang sangat menentukan terjadinya distorsi, dan bukan karena focal length. Berikut contoh lainnya untuk kasus distorsi perspektif:


Foto di atas memang bukan milik saya. Tapi subjek mobil terlihat benar-benar terdistorsi, karena saat memotret ini sang fotografer berdiri sangat dekat dengan mobil dengan menggunakan lensa wide-angle Nikon 14-24mm. Anda bisa melihatnya sendiri kalau bagian kiri mobil besarnya tidak proporsional.

Kasus lainnya tentang distorsi perspektif

Banyak produsen yang melengkapi lensa mereka dengan fitur "perspective control" atau "tilt-shift" agar lensa bisa menghadapi distorsi pada situasi tertentu. Tapi hasilnya ternyata tidak wajar, yang maksudnya bahwa objek yang dihasilkan oleh lensa seperti itu berbeda dengan objek yang terlihat langsung oleh mata kita sendiri, dan itu sangat terasa ketika kita melihatnya dari sudut rendah (low-angle). Sebagai contoh perhatikan gambar di bawah ini:


Kedua gambar di atas diambil dari sudut rendah yang sama. Gambar sebelah kiri diambil menggunakan lensa tanpa fitur kendali perspektif dan terlihat sesuai fakta di lapangan, sedangkan gambar sebelah kanan menggunakan lensa dengan fitur kendali perspektif (perspective control atau tilt-shift).

Kesimpulannya bahwa distorsi perspektif lebih banyak diakibatkan oleh jarak antara kamera ke subjek, dan juga bisa dipengaruhi oleh pemilihan sudut pengambilan gambar (angle). Namun fakta lainnya juga menunjukan tingkat distorsi perspektif juga didukung oleh distorsi optik lensa rectilinear (bujur sangkar) dengan sudut ultra-wide.

Mengenal Komposisi Dalam Fotografi

Pertama-tama mari kita pahami terlebih dahulu definisi umum komposisi. Istilah "komposisi" tidak hanya berlaku untuk seni visual, tetapi juga untuk musik, tari, sastra dan hampir semua jenis seni lainnya. Dalam konteks tertentu, seperti menulis, istilah komposisi mungkin tidak banyak digunakan, tetapi hanya saja tetap diberlakukan. Secara umum, istilah "komposisi" memiliki dua karakter terkait maknanya.

Pertama dan yang terpenting, "komposisi" menggambarkan penempatan objek relatif dan elemen dalam sebuah karya seni. Hasilnya komposisi menjadi aspek kunci dari sebuah karya seni yang baik.

Seorang seniman harus bisa memberikan komposisi yang baik pada karyanya demi menarik banyak perhatian. Sedangkan sebuah komposisi yang baik itu, salah satunya harus memiliki rinci yang cukup. Terlalu sedikit elemen bisa saja mengurangi detail sebuah karya seni. Begitupula sebaliknya, terlalu banyak elemen bisa sangat mengganggu juga.

Komposisi yang baik membutuhkan keseimbangan yang baik. Dan cara terbaik untuk memastikan semua elemen yang dibutuhkan dapat hadir dalam karya Anda yaitu dengan terlebih dahulu menghadirkan ide atau cerita yang ingin Anda sampaikan lewat karya seni Anda. Dan jika itu sudah terlaksana maka selanjutnya Anda akan tahu elemen-elemen apa dan yang mana saja yang Anda butuhkan untuk membentuk sebuah komposisi yang baik untuk karya Anda.
Dalam beberapa kasus, komposisi dapat berarti karya seni itu sendiri dan merupakan sinonim untuk istilah tersebut. Misalnya, ketika berbicara tentang musik, maka yang termasuk bagian dari komposisinya adalah instrumen-instrumen yang digunakan untuk menciptakan musik tersebut. Dan instrumen itulah yang menjadi elemennya. Misalkan: instrumen piano dimainkan di awal lagu dengan durasi sekian, sedangkan instrumen gitar dimainkan sebanyak 2x yaitu ditengah dan akhir lagu. Dan instrumen tersebutlah yang berperan menjadikan musik itu terdengar enak ditelinga. Begitupula dengan fotografi.


Apa Itu Komposisi Dalam Fotografi?

Setelah mengetahui definisi umum istilah "komposisi" di atas, seharusnya Anda tidak terlalu sulit untuk mencari tahu maknanya dalam seni fotografi. Sederhananya bahwa menciptakan sebuah komposisi dalam fotografi bisa diartikan dengan memilih objek, mengatur dan menyusun subjek yang diperlukan untuk menyampaikan kesan visual atau cerita dari gambar yang Anda ciptakan. Sedangkan subjek dan objek itulah yang menjadi elemen dalam komposisi sebuah gambar atau foto.

Elemen dari sebuah komposisi foto dalam fotografi tidak harus berupa subjek benda melainkan bisa juga elemen warna, atau air maupun langit (awan, bintang, bulan, matahari) atau bahkan makhluk hidup.

Komposisi dalam fotografi ada yang terbentuk dengan sendirinya atau bisa Anda ciptakan dengan sengaja sesuai konsep Anda. Sedangkan komposisi yang terbentuk dengan sendirinya terkadang masih perlu ditambah beberapa elemen lagi.